About Introvert and Extrovert

Hai. Lama ya ga nulis disini. Maklum kuliahnya fullday along way😂
Kali ini lagi penasaran dengan istilah "Introvert dan Ekstrovert"

It's about characteristic or judgement?

Let's talk about it.

Intovert adalah sikap kepribadian yang cenderung "sendiri" atau lebih banyak memiliki waktu dengan dirinya dibandingkan keluar bersama teman.
Sedangkan,
Extrovert adalah sikap kepribadian yang senang dengan keramaian, hampir sebagian besar waktunya bermain bersama teman-temannya.

Bukan berarti seorang yang introvert tidak memiliki teman, mereka juga sering keluar bersama teman-temannya namun tidak sesering extrovert. Dan tekadang intovert cenderung diam daripada extrovert saat di keramaian. "Diam" disini dalam arti seorang introvert, dia lebih memilih untuk mengamati dan memahami lingkungan sekitarnya.

Karena umumnya seorang introvert thinks first then talks, berbeda dengan extrovert yang talks first then thinks. Jadi extrovert akan lebih banyak berbicara karena mereka tidak menelaah terlebih dahulu apa yang dibicarakan.Yaaa ceplas-ceplos aja ngomongnya begitu.

Orang-orang introvert cenderung merasa terlalu banyak mengeluarkan energi di tempat keramaian, sedangkan orang extrovert cenderung merasa banyak mendapatkan energi ketika berkumpul di tempat keramaian. Artinya bukan berarti introvert tidak bisa bersosialisasi hanya saja waktu untuk dirinya sendiri lebih banyak.

Intovert memiliki ciri-ciri yaitu sangat mengenali dirinya, penuh pemikiran, tenang dan pendiam dalam sebuh kelompok yang tidak familiar dengan dirinya, cenderung menyimpan emosinya, lebih suka belajar dengan mengamati, senang berkumpul dengan kelompok kecil, "memilih-milih" teman.

Berkebalikan dengan ciri-ciri extrovert yang memiliki pertemanan luas, mudah berteman dengan siapa saja, mudah membangun suasana ramai dalam sebuah kelompok.

Dan yang paling gue suka menjadi introvert adalah berteman bagi orang introvert adalah membangun relasi atau hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain. Orang introvert lebih menyukai perbincangan dengan sedikit orang, namun dengan bahasan yang mendalam. Mereka lebih menyukai perbincangan yang penuh makna ketimbang basa-basi. Hal tersebut bukan berarti introvert hanya mau berteman dengan yang introvert saja, namun mereka juga bisa menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang ekstrovert. Sebaliknya, orang ekstrovert cenderung lebih menyukai untuk memilih teman dari kalangan ekstrovert juga. Ada kalanya orang introvert mampu menghabiskan waktu sendirian di rumah, sambil membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan hobi lainnya di rumah. Ia tidak akan merasa bosan dengan hal-hal tersebut. Ia justru jadi tambah bersemangat dan bisa lebih fokus setelah menghabiskan banyak waktu sendiri.

Maka dari itu, kelemahan seorang intovert adalah mudah tidak fokus atau terganggu konsentrasinya di tempat yang ramai, sedangkan extrovert cenderung bisa fokus di tempat ramai dan biasanya lebih mudah menjadi multitasking daripada intovert. Gue pun merasakan itu. Menjadi multitasking itu susah sekali😂

Istilah introvert dan ekstrovert pertama kali dipopulerkan oleh Carl Jung lewat karyanya. Introvert-Ekstrovert juga menjadi satu dari empat area utama yang diidentifikasi oleh tes MBTI (Myers-Briggs

Type Indicator). Menurut berbagai teori kepribadian, seseorang tidak sepenuhnya introvert ataupun ekstrovert. Sebagian dari diri mereka bersifat introvert dengan derajat tertentu dan sebagian lagi menunjukkan kecenderungan ekstrovert dengan derajat yang tertentu pula. Namun, tetap ada sisi introvert atau ekstrovert yang dominan.

    Apakah extrovert lebih mudah mendapatkan relasi atau pekerjaan dibandingkan introvert?

Kembali lagi. pada prinsipnya intovert dan extrovert adalah suatu sikap atau kepribadian seseorang bukan menjadi nilai utama dalam mendapat relasi atau pekerjaan. Justru, introvert memiliki nilai plus yaitu dengan kepribadiannya yang tenang dan optimis pada dirinya, ia cenderung seorang yang loyal dalam sebuah pertemanan atau pekerjaan, tidak banyak berbicara but "thinks first then talks, and talk less do more".  Sifatnya yang penuh pemikiran, tingkat pemahaman dan analisis yang detail merupakan poin plus introvert.

Eitss... bukan berarti extrovert buruk. Extrovert juga memiliki nilai plus yaitu mudah bergaul sehingga pertemanan yang luas membuat jaringan/ relasinya pun luas, cenderung tidak mudah stress karena bukan tipe yang menyimpan emosi sendiri dan seringnya berkumpul bersama teman untuk melepaskan penat.

Itu sedikit opini gue tentang "Introvert" dan "Extrovert".

Karena di sekeliling gue, banyak yang menganggap menjadi extrovert lebih menarik, padahal menjadi introvert pun juga menarik dengan versi kepribadian masing-masing. Gue juga seorang introvert tapi gue masih tetep punya banyak teman dan jejaring dengan versi gue😀

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai angga wkwk. menurut aku itu bukan genetik. kalo dari defenisi genetik itu kan dari kata gen ya artinya dia sifat warisan organisme hidup yang contohnya DNA atau RNA. kalau introvert atau extrovert aku pikir itu karakteristik kepribadian yg bisa aja terbentuk karena lingkungan, cara orang tua mendidik, pertemanannya. kalo menurut aku genetik tidak mempengaruhi. mungkin kalau dilihatnya sama dengan sifat ortu, bisa jadi dari cara mendidik ortunya. and i think it's from external factor too ngga. hehehe. ya aku introvert hehe

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mindfull Weeks, Doing Healthy Habits!

welcome 2017!

Pre-Story : Hadapilah tantangan didepanmu, karena kebahagiaan ada setelahnya