Pre-Story : Hadapilah tantangan didepanmu, karena kebahagiaan ada setelahnya
September 2018 menjadi bulan yang
sangat spesial buat aku.
Sebelum cerita kenapa bulan
September 2018 sangat spesial. Aku mau cerita perjalanan sebelumnya.
Tahun 2014, aku memutuskan untuk
merantau jauh dari kedua orang tua. Dan aku memiliki kota bogor karena disini
banyak sepupu dan saudara disekitar Jabodetabek. Jadi kalau rindu rumah yaa
pulangnya ke mereka.
Hidup mandiri jadi anak rantauan
itu sedih. Ya hal pertama yang aku rasakan sedih, karena jauh dari ibu tapi aku
enjoy dan menikmati semua menjadi pengalaman. Lambat laun rasa sedih itu
hilang.
Cerita dimulai dari tahun 2017
saja. Kalau menceritakan perjalanan asmara aku dari tahun 2014 ke 2017 akan panjang
ceritanya dan such a complicated hehehe😊
Tahun 2017, tepatnya di bulan
November sampai Februari 2018 adalah masa aku penuh pengalaman dan ujian.
Pertama, kisah asmara yang menurut aku membingungkan (sepertinya tidak perlu
dijelaskan lebih lanjut😁). Kedua, menyusun skripsi itu tidak semudah datang
lalu duduk dikelas mendengarkan dosen dan memahami materi. Skripsi yang tidak
jelas harus bagaimana, ganti judul dan materi sana sini. Setelah judul ketiga,
skripsi yang aku ajukan telah approved. Ketiga, praktik kerja lapang di rumah
sakit yang menurut aku super duper membuat deg-deg an. Karena banyak cerita
dari senior yang membuat saya berekspektasi yang tidak-tidak. Tiga alasan ini
yang menjelaskan selama tiga bulan itu juga aku harus menjalaninya.
Hari demi hari aku jalanin
seperti biasa. Sampai pada akhirnya, bulan Februari aku mencukupkan kisah
asmara aku dengan yang dulu karena memang sudah tidak baik dalam komunikasi.
Selama bulan Februari aku hanya
fokus menyelesaikan skripsi dan laporan PKL. Aku juga menyibukkan diri dengan
mengikuti lomba dan kegiatan positif lainnya saja.
Mungkin singkat itu saja yang
bisa aku ceritakan disini tentang awal mula kenapa aku galau hahaha dan jadi
sering main ke coffee shop.
Jadi, setiap aku merasa ingin me
time, mengerjakan tugas dengan tenang, dan ngopi. Sudah dipastikan aku berada
di coffee shop langganan, yaitu Maraca Book and Coffee Shop. Sejak pertengahan
tahun 2017, hal itu pasti aku lakukan.
Tetapi kali ini berbeda. Maret
2018, hari pertama di bulan itu datang ke Maraca bertiga dengan teman saya.
Aktivitas seperti biasa yang kita lakukan yaitu beli minum, buka laptop,
ngelanjutin revisi laporan, atau ngerjain skripsi, yaaa sedikit bumbu ngegosip
hehehe. Menjelang sore, semakin rame pengunjung yang datang. Cerita aku bertemu
dengan seseorang dimulai........
*continued..*
Komentar
Posting Komentar